PRINSIP IMPLEMENTASI RFT (RIGHT FIRST TIME)

RFT (Right First Time), blogcoretangw.blogspot.com - Dari segi kualitas salah satu tujuan artikel blogcoretangw adalah menambah literasi implemntasi lean manufacturing pada pasar industri nasional. Untuk alasan ini penulis memiliki komitmen yang jelas saat menulis dan mendalam terhadap kualitas. Salah satu kalimat kami yang paling sering digunakan untuk merangkum artikel kami terhadap kualitas adalah "melakukan hal-hal dengan benar pada kali pertama" atau Right First Time. Itulah mengapa hari ini kita berbicara tentang Philip Bayard Crosby. Lahir di Wheeling, Virginia, Amerika Serikat pada tahun 1926. Dan meninggal di Winter Park, Florida, pada tahun 2001.


Ia menonjol untuk studinya yang berkaitan dengan manajemen kualitas (Quality Management). Dia adalah pencipta program "Zero Errors", di mana dia mendorong organisasi Amerika Utara untuk bekerja mencapai tujuan tanpa cacat (defects) yang merupakan salah satu dari 8 Wastes. Dan dia menjadi terkenal di Amerika Serikat berkat bukunya “Quality is Free”. Kita tidak boleh melupakan krisis kualitas yang mendalam yang terjadi pada akhir tahun 70-an dan awal tahun 80-an yang dialami banyak pabrik Amerika dalam menghadapi desakan perusahaan-perusahaan Jepang.


Crosby, berdasarkan idenya "melakukan hal-hal dengan benar pada kali pertama" atau Right First Time, menyebutkan empat prinsip dasar untuk manajemen kualitas. Dan pada empat prinsip dasar ini, dia mengembangkan keempat belas langkahnya untuk mencapai peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

https://blogcoretangw.blogspot.com/


Prinsip dasar dasar Crosby adalah:
  • Kualitas harus ditentukan sehubungan dengan kepatuhan persyaratan klien.
  • Kita harus mencegah.
  • Standar kualitasnya adalah "nol kesalahan" (tidak ada defects).
  • Pengukuran kualitas adalah harga ketidaksesuaian.



Dari prinsip-prinsip dasar ini, 14 langkah untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan sebagaimana berikut:
  1. Manajemen harus sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
  2. Tim harus dibentuk untuk meningkatkan kualitas. Tim-tim ini harus dibentuk oleh anggota dari semua departemen perusahaan.
  3. Tetapkan pengukuran. Dengan cara ini Anda dapat menganalisis di mana letak masalah kualitas.
  4. Biaya kualitas adalah melakukan kesalahan. Dan tidak melakukannya dengan benar sejak awal.
  5. Kembangkan budaya kualitas di perusahaan.
  6. Tindakan yang diperlukan harus diambil untuk memperbaiki masalah yang teridentifikasi.
  7. Rencanakan "tanpa cacat (defects)".
  8. Latih tim untuk meningkatkan kualitas.
  9. Atur hari "tanpa defects". Ini akan membuat tim sadar bahwa sedang terjadi perubahan besar dalam organisasi.
  10. Tetapkan tujuan untuk mengurangi kesalahan.
  11. Hilangkan segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk mencapai tujuan "nol kesalahan".
  12. Kenali dan hargai semua anggota / tim yang membantu memenuhi tujuan. Hadiahi mereka.
  13. Selalu beri tahu tim dengan kiat terbaru tentang kualitas.
  14. Meningkatkan kualitas adalah sebuah siklus, oleh karena itu jangan bosan menerapkan prinsip-prinsip perbaikan yang berkelanjutan.



Banyak yang mungkin tampak jelas hari ini, tetapi pada saat itu merupakan revolusi nyata bagi sebagian besar perusahaan dan pengusaha, demikian artikel yang dapat dibagikan blogcoretangw.blogspot.com

Post a Comment for "PRINSIP IMPLEMENTASI RFT (RIGHT FIRST TIME)"