KENAPA RELIEF TEAM DIBUTUHKAN PADA PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI PERUSAHAAN

Salah satu tujuan dari pelaksanaan lean manufacturing adalah membuat produksi menjadi stabil, untuk mencapai tujuan paling utama, yaitu kepuasan pelanggan dan penghilangan pemborosan pada perusahaan tersebut.

Dibutuhkan sumberdaya yang mumpuni dan sumberdaya yang memiliki keahlian yang multi untuk membuat kegiatan produksi menjadi stabil. Pelatihan dan pembangunan terhadap kemampuan karyawan sudah seharusnya dilakukan jika ingin mendapatkan karyawan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan berkualitas serta memciptakan karyawan-karyawan yang mampu untuk mengcover setiap pekerjaan, setiap hari atau saat terjadi operator yang tidak masuk.

Yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana mengatur pelatihan terhadap karyawan dalam hal ini operator, sedangkan operator sangat dituntut memperoleh hasil yang telah ditentukan oleh perusahaan, hal inilah menjadi salah satu kendala terbesar pada umumnya yang dihadapi oleh lean manufacturing. Agar perusahaan dapat konsisten dalam mengeksekusi pelatihan dan pengembangan terhadap operator, diperlukannya sebuah tim yang di dalam tim tersebut terdiri dari orang-orang yang sangat menguasai setiap proses pada setiap produk yang diinginkan.

Relief tim ini yang nanti menjadi pengganti operator yang sedang mengikuti pelatihan pengembangan kemampuan, sehingga kegiatan produksi dapat berjalan dengan stabil serta mengcover operator yang tidak masuk. Relief tim juga bisa menjadi wadah operator yang memiliki kemampuan di atas rata-rata operator lainnya sebagai persyaratan untuk promosi jabatan/level.

Hal ini akan memudahkan pula untuk organisasi perusahaan lean manufacturing dalam menentukan karyawan mana yang layak untuk mendapat promosi jabatan.

Kriteria Relief Team

Untuk menjadi seorang relief team ada beberepa kriteria yang harus terpenuhi, diantaranya:

Standar qualitas.

Kandidat yang akan menjadi bagian dari relief tim harus memiliki kemapuan daam mengopersionalkan setiap proses produksi dengan hasil yang keluarkan memilki serta mengikuti standar dari kualitas yang diingin oleh pelanggan.

Disinilah peran penting penilai, karena penilai harus memilki kemampuan check kualitas yang baik. Penilaian terhadap check kualitas hasil berdasarkan permintaan pelanggan, yang bisa diambil atau didapatkan dari department qualitas sebagai standar kualitas.

Harus rajin dan akurasi.

Sudah tentu dalam salah satu kriteria untuk menjadi seorang relief tim, adalah masalah absensi. Penilai dapat bekerja sama kepada bagian personalia untuk melihat tingkat absensi dari kandidat relif tim tersebut, dan sangat diperlukan juga observasi ataupun interview kepada atasan si kandidat tersebut, untuk mengetahui tingkat kinerja dan kerajinan dari si kandidat relief tim.

Dari pengecekan melalui data absensi dan tingkat kerajinan si kandidat, pelatih dapat menjadikan hal-hal tersebut sebagai bahan penentu apakah si kandidat layak untuk menjadi bagian dari relief tim. Memiliki kemampuan menguasai mesin dan proses melebihi operator yang lainnya Sudah pasti. Seperti yang disebutkan sebelum-sebelumnya bahwa relief tim dibentuk dalam organisasi perusahaan yang menganut praktek lean manufacturing, harus memilki kemampuan penguasaan mesin dan proses melebihi yang lainnya.

Sesuai dengan fungsinya bahwa relief tim adalah orang yang mampu mengcover terjadinya absen di lingkungan produksi dan juga menggantikan operator yang sedang mengikuti pelatihan peningkatan kemampuan yang diadakan oleh perusahaan tersebut.

Memiliki ketangkasan dibandingkan karyawan lain.

Bukan hanya memiliki kemampuan menguasai mesin dan proses melebihi operator lainnya, akan tetapi kecepatan si operator tersebut yang akan menjadi tolak ukur penllai untuk menentukan bahwa kandidat tersebut dinyatakan layak menjadi seorang relief tim atau tidak.

Skill Mapping
Penilaian kecepatan dapat di lakukan dengan mengambil cycle time si kandidat dan melihat apakah kandidat tersebut memiliki atau telah mencapai waktu yang ditargetkan. Operator sewing pada umumnya kandidat yang diutamakan untuk menjadi relief tim, diambil dari operator produksi itu sendiri, karena operator lebih menguasai setiap proses dan mesin yang memproduksi produk pelanggan.
Jadi tidak diperlukan pengambilan karywan dari ekternal perusahaan, hal ini juga akan menjadi motivasi tersendiri terhadap operator untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menguasi mesin dan proses. Sehingga kegiatan peningkatan kemampuan operator dapat terlaksana sesuai dengan tujuan dari pengembangan karyawan di perusahaan dan juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan karir karyawan dalam hal ini operator.

Penting sekali untuk organisasi perusahaan terutama yang menjalankan praktek lean manufacturing menciptakan relief tim di perusahaan mereka, sehingga berdampak kepada keuntungan tersendiri untuk perusahaan tersebut maupun terhadap perkembangan karir karyawan dalam perusahaan.


Kesimpulan: Dengan adanya praktek lean dan pengembangan karyawan seperti ini, memungkinkan perusahaan akan siap bersaing untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan kesinambungan perusahaan dalam jangka panjang.
Inilah kunci dari salah satu komitmen perusahaan dalam memperhatikan kesejahteraan karyawannya, lalu bagaimana dengan perusahaan di tempat anda bekerja.

Demikian tulisan kami tentang Pentingnya Relief Team Dalam Pelaksanan Lean Manufacturing. Semoga dengan tulisan ini dapat bermanfaat bagi pelaksana lean manufacturing serta pengunjung setia blogcoretangw.blogspot.com.

Kami ucapkan terimakasih telah menyediakan waktu untuk berkunjung serta membaca tulisan yang terdapat pada Coretan Lean, jika ada pembahasan yang terlewatkan dari tulisan kami ataupun ada ide maupun masukkan yang terkait dengan tulisan kali ini, silahkan anda tulis pada kolom komentar yang terdapat pada blog ini.





Post a Comment for "KENAPA RELIEF TEAM DIBUTUHKAN PADA PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI PERUSAHAAN"